Ethos Kerja

Di sebuah lembaga yang paling bergengsi di negara ini, semua karyawan di dalamnya tampak sibuk berlomba untuk memperbaiki kinerja, adu pintar, adu produktif, adu prestasi, juga berlomba meningkatkan gelar ke jenjang yang lebih tinggi, S2 bahkan S3. Gaji dan benefit yang diterima karyawan di lembaga itu juga sangat oke. Semestinya, karyawan happy di lingkungan yang sekompetitif dan seapresiatif ini. Kenyataannya, karyawannya mengaku tidak terlalu happy, merasa resah, merasa tidak ‘berisi’, tidak pede bila bertemu orang luar, walaupun ketidakpedean ini lebih banyak tersembunyi dibalik sikap arogan.

       Meski terlihat keren, juga produktif, namun bila individu yang bekerja dalam organisasi merasa ‘lelah’ hubungannya dengan organisasi, tidak cinta organisasi, tidak bangga dengan aturan main kantor, berarti ia sedang bekerja dengan ethos kerja yang rendah. Di organisasi dengan ethos kerja yang tinggi, kita akan merasakan bahwa karyawan umumnya lebih nyaman, lebih ‘helpful’, tidak membatasi diri, lebih sadar, lebih bisa berkomunikasi profesional dengan jelas tanpa memancarkan rasa ‘lelah’.

            Ethos kerja sebenarnya adalah istilah populer untuk ‘selera bekerja’. Kita tahu betul bagaimana membedakan antara berselera makan atau tidak berselera makan, bukan? Nah, orang dan organisasi yang punya ethos kerja tentunya menunjukkkan semangat untuk berkolaborasi, berdebat, berkomunikasi, berprestasi yang ‘tidak ada matinya’, sehingga secara nyata dapat memetik hasil yang riil dan memberi kontribusi bagi kemajuan organisasinya, juga bangsanya. Sementara, perusahaan dengan ethos kerja rendah dapat segera terlihat dari adanya kesulitan kolaborasi, menebar gosip kesegala penjuru,absteeism, serta tidak adanya inovasi.

 ‘Semangat’  bukan Segala-galanya

             Rekan saya adalah seorang yang sangat bersemangat dan bergairah. Dia selalu beranggapan bahwa ia membangkitkan semangat tim, atasan bahkan teman-temanya. Belakangan, ia mendapat kritik dari berbagai pihak di tempat kerja. Kritiknya menyangkut kegemarannya bergosip, kinerjanya yang tidak jelas, janji-janji yang tidak membumi, dan analisa serta strategi yang tidak terarah.

Ketika petugas HRD menegurnya, ia berargumentasi: “Bukankah saya membangkitkan semangat teman-teman?” dan “Bukankah saya menyampaikan aspirasi teman-teman yang tidak bisa mereka utarakannya secara jelas kepada perusahaan?” Ini adalah contoh, dimana suasana kerja bisa tampak seolah bersemangat dan bermotivasi tinggi, tapi belum tentu menghasilkan kinerja yang produktif, efektif juga efisien. Jadi, semangat bukan segala-galanya bila kita merujuk ethos kerja tinggi.

 Fokus pada “Self Esteem” Karyawan

             Di sebuah perusahaan yang baru-baru ini mengadakan program job valuation, sebagian besar karyawannya mendapatkan kenaikan gaji sebagai hasil program ini. Meski di satu sisi hal ini menggembirakan, namun banyak sekali karyawan yang merasa ‘gamang’ dengan kenaikan gaji tersebut, “Saya merasa tidak pantas mendapat gaji sebanyak itu”, seorang karyawannya berkomentar. Karyawan lain berujar, ‘Orang yang sepanjang hari chatting di kantor kok dapat kenaikan gajinya segitu.” Apapun latar belakangnya, yang pasti rasa gamang ini bukan rasa yang positif.

            Di lingkungan yang ethos kerjanya positif, karyawannya happy luar dalam. Di lingkungan seperti itu, biasanya karyawan merespek kebijakan perusahaan dan membela kebijakan perusahaan. Tidak harus menaikkan upah dan benefit, namun perusahaan yang ingin mencapai ethos yang positif sebenarnya bisa memperhatikan bagaimana karyawan “merasa” tentang jabatan, tugas, arah, serta image perusahaan tempat ia bekerja. Karyawan bisa saja diberi tugas banyak dan diberi upah yang tidak nomor satu di industrinya, tetapi tetap merasa positif dengan pekerjaan dan jabatan yang berbeda dengan rekan kerjanya. Ia juga perlu tahu persis mengapa ia berbeda dengan rekan kerjanya dalam bobot tugas, jenis tugas bahkan sampai ke pengupahannya. Dan alasan tersebut perlu ia terima secara positif.

            Penyadaran ini akan menyebabkan individu seakan merasa leluasa dan “nyaman” berprestasi walaupun bekerja keras. Penyadaran ini pun perlu mencapai tingkat dimana individu tahu dan sadar mengenai potensi dan kompetensi sekaligus keterbatasannya. “Tidak semua orang harus di promosi”, “Tidak semua orang bisa jadi direktur”, tetapi setiap orang bisa memberi kontribusi yang banyak. Dan setiap orang bisa “happy”  sesuai dengan level kompetensinya.

 Trust  Dibangun dari Transparansi

             Keyakinan perusahaan bahwa karyawan harus mendapatkan kejelasan informasi dan karenanya perusahaan perlu mengupayakan transparansi kepada karyawan akan menyebabkan karyawan merasa dianggap sebagai ‘orang penting’ di perusahaan, dihargai dan direspek. Dari sinilah karyawan mempunyai energi untuk ‘memberi’, menservis, berkreasi dan berinovasi. Sebagai timbal balik dari nilai tambah yang diberikan karyawan, perusahaan pun bisa lebih banyak memikirkan ‘privasi’ individu, menepis gosip, meningkatkan keamanan, juga kesehatan jiwa dan fisik karyawan. Upaya saling memberi ini kemudian akan terasa sebagai lingkaran “malaikat” yang semakin lama semakin kokoh dan berenergi untuk menyulut kerja ke level yang semakin tinggi.(Sumber ; EXPERD)

Tantangan Kedepan

Adalah hal yang tidak muskil bagi seluruh karyawan untuk meningkatkan produktivitasnya, terlebih dengan dukungan materil yang diberikan oleh perusahaan untuk mendorong kinerja selruh karyawan tersebut. Akan tetapi yang terjadi adalah ketidak puasan (unsatisfaction) karyawan terhadap manajemen perusahaan. Hal ini yang mendasari terjadinya penurunan produktivitas karyawan dalam suatu perusahaan. Korelasi positif juga terdapat pada penilaian kinerja karyawan terhadap efektifitas job description setiap karyawan. Sehingga evaluasi kinerja dengan adanya kontroling dari penilaian karya/penilaian kinerja dapat lebih objektif lagi. Sehingga tujuan dari manajemen kinerja dapat tercapai dengan optimal.

 

 

Posted in Uncategorized | Comments Off on Ethos Kerja

EducationCorner

Didiklah Anakmu Sesuai dengan Zamannya

” Kalau Ibu Sayang Padaku “

| Jendela Hati

Pada suatu hari di sebuah kota dekat Las Vegas, ada seorang ibu yang sibuk mencari uang untuk membeli roti, ikan tuna, sandwich, coklat, juice jeruk dan berbagai makanan yang sangat lezat rasanya. Ketika uang sudah terkumpul, ibu tua ini kemudian segera bergegas ke pasar kecil dan membeli berbagai keperluan anaknya yang sangat disukai oleh sang anak.

Selang beberapa saat kemudian, sang ibu kemudian memasukkan semua jenis makanan dengan rapih kedalam rantang makanan yang disusun berlapis-lapis dan bila tutup rantang dibuka, maka baunya sungguh sangat menggugah selera.

Ketika matahari semakin terik dan ada diatas kepala, dengan tertatih-tatih, sang ibu membawa rantang makanan untuk anak kesayangannya. Perlahan ibu tua yang penuh kasih ini menyeret tubuhnya berjalan pelan dan sangat menjaga agar rantang berisi makanan tersebut tidak tumpah dan jatuh ke jalanan. Pikirnya, biarlah aku yang terjatuh, asalkan bukan makanan dalam rantang ini.

Ketika rembang petang sudah datang, akhirnya dengan wajah berpeluh keringat, sang ibu tua berhasil mencapai tempat anaknya tinggal selama ini, berpagar tinggi dan bertembok besar. Ya, itulah penjara Las Vegas.

Dengan sukacita sang ibu bergegas masuk dan mendapatkan izin dari sipir penjara untuk menjenguk anaknya. Penuh suka sang ibu membuka rantang makanan dan meletakkan makanan kesukaan anaknya dihadapan sang anak yang hanya diam termangu.

Sang ibu bertanya, “Mengapa diam saja nak? Makanan dan minuman apalagi yang kausuka? ibu akan bawakan besok hari, makanan apa saja yang engkau inginkan.”, Sang anak tetap diam dan merengut. “Dengan sabar sang ibu bertanya lagi, makanan apa yang engkau ingin ibu bawakan nak? sang anak menjawab, “Ibu tak perlu datang kesini lagi, aku tak perlu makanan ini, ibu tidak sayang padaku.”

“Janganlah engkau berkata begitu pada ibumu nak, Ibu sangat sayang padamu, dan makanan ini ibu berikan hanya untukmu sebagai tanda cinta dan sayang Ibu padamu.”

“Tidak!! Ibu tidak sayang aku, gara-gara ibu, maka aku sekarang berada dalam penjara yang suram ini. Mengapa ibu tidak pernah mengajarkan aku kebaikan, yang ibu tahu hanya memberi makanan saja. Dari kecil ketika aku mencuri di toko kue, Ibu hanya diam saja dan tak pernah berkata apa-apa, pun tak pernah menasehati mana yang baik dan mana yang buruk. Sehingga ketika aku memiliki tabiat suka mencuri, maka tabiatku inilah yang membuat aku masuk penjara. Sungguh, Ibu tak sayang padaku, karena Ibu hanya mampu memberikan makanan yang enak-enak, tetapi tidak pernah memberi tahu aku mana yang baik dan mana yang buruk. Sehingga sekarang aku harus mendekam di penjara karena dari kecil Ibu tak pernah mendidik aku”.

Sejenak sang Ibu terdiam, dan menghapus air matanya, Ibu tua terlalu sayang pada anaknya sehingga tidak pernah mendidik anak dan menasehati anaknya bila ada yang salah, Ibu tua hanya ingin melihat anaknya selalu senang sehingga akhirnya sang anak menderita karena belaian kasih sayang Ibu yang salah. (sumber:eramuslim)

Baca surat Qur’an At-Taubah ayat 24.

Posted in Uncategorized | 1 Comment

Pengembangan Software dan Sistem informasi

  1. 1. Apa yang membedakan pengembangan software dengan pengembangan sistem informasi? Jelaskan.

Jawaban :

Menurut James Martin Perkembangan software adalah proses dalam analisa, perancangan dan implementasi penggunaan teknologi informasi. Sedangkan pengembangan sistem informasi adalah tahapan proses yang diawali pendekatan sistem informasi, proses analisa, perancangan dan implementasi penggunaan teknologi informasi.

  • Adapun pentingnya pengembangan software adalah :

a. Keterlambatan penyampaian produk :

  • Tidak sesuai dengan spesifikasi , bahkan salah
  • Menafikan aspek non teknis
  • Software berukuran besar, dikembangkan oleh team dari berbagai disiplin, secara terus menerus produk dapat mengalami perubahan sepanjang pengembangan dan setelah instalasi

b. Karena adanya Permasalahan didalam Perangkat Lunak dan Pengembangannya :

  • Krisis perangkat lunak.
  • Biaya perbaikan kesalahan yang meningkat sejalan dengan tahapan pengembangan.
  • Biaya pemeliharaan perangkat lunak yang besar.
  • Keterlambatan dan kekurangan biaya.

Adapun usaha untuk mengatasi permasalahan dalam perangkat lunak dilakukan adalah melalui Rekayasa Perangkat Lunak atau Software Engineering.

Rekayasa Perangkat lunak didefinisikan sebagai penerapan pengetahuan keilmuan secara praktis dalam perancangan dan pengembangan program dan dokumentasi terkait yang diperlukan untuk mengsembangkan, mengoperasikan dan memelihara program-program tersebut. Fungsi dari rekayasa pernagkat lunak antara lain :

–        Menentukan tahap-tahap yang diperlukan untuk pengembangan perangkat lunak.

–        Menentukan urutan pelaksanaan dari tahap-tahap tersebut dalam rangka pengembangan perangkat lunak.

–        Menentukan kriteria transisi/perpindahan dari satu tahap ke tahap berikutnya.

Beberapa aktivitas yang dilakukan dalam Rekayasa perangkat lunak :

  • Pengembangan perangkat lunak (software development).
  • Manajemen proyek (project management).
  • Metrik perangkat lunak (software metric).
  • Pemeliharaan perangkat lunak (software maintenance).
  • Jaminan kualitas perangkat lunak (software quality assurance).
  • Manajemen konfigurasi perangkat lunak (software configuration management).

–         Pengembangan perangkat lunak

  • Proses perangkat lunak (software process)
  • Metodologi perangkat lunak (software methodology).

Sedangkan pengembangan sistem informasi mempunyai peranan yang sangat penting untuk menunjang suksesnya sebuah bisnis. Dalam sebuah perusahaan, pengembangan sistem informasi dikategorikan dalam Sistem Informasi Manajemen. Adapun pendekatan pengembangan sistem informasi meliputi perumusan masalah, pengembangan berbagai alternatif solusi, pemilihan solusi terbaik, disain solusi terbaik dan implementasi solusi atau disebut juga

SDLC (System Development Life Cycle).

Kemudian pengembangan sistem informasi merupakan bagian dari manajemen sistem informasi yang bertanggung jawab untuk mengidentifikasi kebutuhan informasi, memproses, serta menyediakan informasi dalam format tepat yang akan dipergunakan dalam proses pengambilan keputusan.

Proses mengidentifikasi, berarti sistem harus dapat menentukan masalah yang dihadapi perusahaan, keputusan yang akan dibuat oleh oleh para pengambil keputusan dan informasi apa yang harius disediakan untuk memecahkan masalah tersebut. Proses ini harus dapat menentukan data yang dibutuhkan, dimana, bagaimana, dan dengan metode apa data tersebut diperoleh serta bagaimana menentukan proses dan metode yang paling tepat yang akan dipergunakan dan berapa lama proses harus diselesaikan.

  1. 2. Apa urgensi maintability dari suatu software. Jelaskan ?

Jawaban :

Software memerlukan pemeliharaan, menurut Sachs (1999) bahkan dari keseluruhan fase kehidupan suatu software, pemeliharaan membutuhkan  biaya terbanyak sampai dengan sebesar 67%  dari keseluruhan fase.

Adapun pengertian maintability menurut IEEE (Standard Glossary of Software Engineering Terminology) adalah kemampuan suatu software atau komponen untuk dimodifikasi untuk mengoreksi kesalahan, meningkatkan kinerja atau atribute lain; atau beradaptasi terhadap lingkungan yang berubah. Sedangkan menurut Grubb dan Takang (2003) maintability adalah kemudahan untuk melakukan pemeliharaan suatu software.

Pada saat  software diserahkan oleh pengembangnya, tidak berarti prosesnya telah selesai dan berhenti disitu; karena semua  software yang sukses selalu berubah mengikuti waktu untuk selalu memenuhi kebutuhan dari pemakainya. Itulah sebabnya software maintability sangatlah penting. Pada proses software maintenance, software mengalami beberapa perubahan untuk memperbaiki  bugs,  penambahan fungsi baru,  penyambungan software ke platforms baru, atau untuk mengadaptasi   software tersebut terhadap teknologi baru.

Untuk Manajemen Resiko yang Efektif, maka pemeliharaan system harus menjadi bagian dari pengembangan suatu software atau juga bagian dari SDLF (System Development Live Cycle); yang mempunyai 5 tahap: inisiasi, pengembangan, penerapan, operasi atau pemeliharaan dan pemberhentian.

Oleh karena itu membuat dan mendesain software yang mudah dipelihara akan sangat mengurangi  biaya pemeliharaan.  Software maintenance diperlukan karena:

  • Menjaga keberlanjutan pemakaian system, misalnya: system untuk perjalanan kereta api, tidak boleh dihentikan bila ada error pada sistem.
  • Untuk mendukung mandatory upgrades, misalnya ada perubahan pada peraturan pemerintah, perubahan tarif pajak.
  • Untuk memenuhi permintaan dari user, misal perubahan penampilan, penambahan fungsi, dan lain sebagainya.
  • Untuk memfasilitasi kebutuhan maintenance di masa mendatang agar biayanya tidak terlalu mahal, segala sesuatunya dipersiapkan dari sekarang, misalnya; coding, database restructuring.
  1. Apa yang saudara ketahui tentang ERP (enterprise resource planning) dan bagaimana implementasi system yang berbasiskan ERP. Jelaskan!

Jawaban :

Sistem ERP adalah sebuah terminologi yang secara de facto adalah aplikasi yang dapat mendukung transaksi atau operasi sehari-hari yang berhubungan dengan pengelolaan sumber daya sebuah perusahaan, seperti dana, manusia, mesin, suku cadang, waktu, material dan kapasitas.
Sistem ERP dibagi atas beberapa sub-sistem yaitu sistem Financial, sistem
Distribusi, sistem Manufaktur, sistem Maintenance dan sistem Human Resource.

Untuk mengetahui bagaimana sistem ERP dapat membantu sistem operasi bisnis kita, contoh kasus yang dapat dipelajari adalah: Apabila suatu perusahaan  menerima order untuk 100 unit Produk A. Maka sistem ERP tersebut akan
membantu kita menghitung berapa yang dapat diproduksi berdasarkan segala
keterbatasan sumber daya yang ada pada kita saat ini. Apabila sumber daya
tersebut tidak mencukupi, sistem ERP dapat menghitung berapa lagi sumberdaya
yang diperlukan, sekaligus membantu kita dalam proses pengadaannya. Ketika
hendak mendistribusikan hasil produksi, sistem ERP juga dapat menentukan
cara pemuatan dan pengangkutan yang optimal kepada tujuan yang ditentukan
pelanggan. Dalam proses ini, tentunya segala aspek yang berhubungan dengan
keuangan akan tercatat dalam sistem ERP tersebut termasuk menghitung berapa
biaya produksi dari 100 unit tersebut.

Dapat kita lihat bahwa data atau transaksi yang dicatat pada satu fungsi/bagian sering digunakan oleh fungsi/bagian yang lain. Misalnya daftar
produk bisa dipakai oleh bagian pembelian, bagian persediaan, bagian
produksi, bagian gudang, bagian pengangkutan, bagian keuangan dan
sebagainya.

Pada prinsipnya, dengan sistem ERP sebuah industri dapat dijalankan secara optimal dan dapat mengurangi biaya-biaya operasional yang tidak efisien
seperti biaya inventory (slow moving part, dan lain lain), biaya kerugian akibat
‘machine fault’.

Dinegara-negara maju yang sudah didukung oleh infrastruktur yang memadaipun, mereka sudah dapat menerapkan konsep JIT (Just-In-Time). Di sini, segala sumberdaya untuk produksi benar-benar disediakan hanya pada saat diperlukan (fast moving).Termasuk juga penyedian suku cadang untuk maintenance, jadwal perbaikan (service) untuk mencegah terjadinya machine fault, inventory, dan sebagainya.

Bagi industri yang memerlukan efisiensi dan komputerisasi dari segi
penjualan, maka ada tambahan bagi konsep ERP yang bernama Sales Force
Automation (SFA). Sistem ini merupakan suatu bagian penting dari suatu rantai pengadaan (Supply Chain) ERP. Pada dasarnya, Sales yang dilengkapi dengan SFA dapat bekerja lebih efisien karena semua informasi mengenai suatu pelanggan atau produk yang dipasarkan ada di databasenya.

Khusus untuk industri yang bersifat assemble-to-order atau make-to-order
seperti industri pesawat, perkapalan, automobil, truk dan industri berat
lainnya, sistem ERP dapat juga dilengkapi dengan Sales Configuration System
(SCS). Dengan SCS, Sales dapat memberikan penawaran serta proposal yang
dilengkapi dengan gambar, spesifikasi, harga berdasarkan keinginan/pesanan
pelanggan. Misalnya saja seorang calon pelanggan menelpon untuk mendapatkan
tawaran sebuah mobil dengan berbagai kombinasi yang mencakup warna biru,
roda racing, mesin V6 dengan spoiler sport dan lain-lain. Dengan SCS, Sales
dapat menberikan harga mobil dengan kombinasi tersebut pada saat itu juga.

Sistem ERP dirancang berdasarkan proses bisnis yang dianggap ‘best practice’ proses umum yang paling layak di tiru. Misalnya, bagaimana proses umum yang sebenarnya berlaku untuk pembelian (purchasing), penyusunan stok di gudang dan sebagainya.

Untuk mendapatkan manfaat yang sebesar-besarnya dari sistem ERP, maka industri kita juga haurs mengikuti ‘best practice process’ (proses umum
terbaik) yang berlaku. Disini banyak timbul masalah dan tantangan bagi
industri kita di Indonesia. Tantangannya misalnya, bagaimana merubah proses
kerja kita menjadi sesuai dengan proses kerja yang dihendaki oleh sistem
ERP, atau, merubah sistem ERP untuk menyesuaikan proses kerja kita.

Proses penyesuaian itu sering disebut sebagai proses Implementasi. Jika
dalam kegiatan implementasi diperlukan perubahan proses kerja yang cukup
mendasar, maka perusahaan ini harus melakukan Business Process Reengineering
(BPR) yang dapat memakan waktu berbulan bulan.

Sebagai kesimpulan, sistem ERP adalah paket software yang sangat dibutuhkan untuk mengelola sebuah industri secara efisien dan produktif. Secara de facto, sistem ERP harus menyentuh segala aspek sumber daya perusahaan yaitu
dana, manusia, waktu, material dan kapasitas. Untuk lebih meningkatkan kemapuan Sistem ERP perlu ditambah  modul CRM, SRM, PLM dan juga Project Management.
Karena sistem ERP dirancang dengan suatu proses kerja ‘best practice’,
maka hal ini merupakan tantangan implementor ERP untuk melakukan implementasi sistem ERP di suatu perusahaan.

Sumber :

Grubb, Penny. Takang, Armstrong A. 2003. Software Maintenance, concepts and practice. 2nd Edition. World Scientific Publishing. US.

Land, Rikard. Measurement of Software Maintability. Malardalen University. Sweden.

Schach, R. 1999, Software Engineering, Fourth Edition. McGraw-Hill. Boston,      MA.

http://courses.cs.vt.edu/csonline/SE/Lessons/LifeCycle/Lesson.html

http://www.artes.uu.se/events/gsconf02/papers/Land_Maintainability.pdf

http://www.erpweaver.com/index.php?option=com_content&task=view&id=19&Itemid=27

Posted in Uncategorized | Comments Off on Pengembangan Software dan Sistem informasi

kometar outsourcing vs insourcing

  • 1. pemanfaatan penggunaan outsourcing diharapkan dapat meningkatkan kemampuan perusahaan dalam menghadapi tantangan di masa depan dengan melihat core competency perusahaan tersebut.

http://blog.i-tech.ac.id/deasy/2009/08/11/kasus-it-outsourcing-pengolahan-data/#comment-98

2. Hal pokok yang perlu diperhatikan adalah kia perlu menekan pihak vendor agar pelaksanaan outsorcing dapat dikendalikan

http://www.setiabudi.name/archives/1141/comment-page-2#comment-1865

3. Pertimbangan lainnya yang diperlukan oleh perusahaan adalah melihat aspek core competency dalam penerapan outsourcing.

http://swa.co.id/2006/08/metrodata-tetap-fokus-pada-it-outsourcing-dan-distributor/comment-page-1/#comment-1715

4. Aplikasi outsourcing di suatu organisasi diharapkan masih memperhatikan aspek internal perusahaan karena hal ini berkaitan dengan produktivitas dan efektifitas kinerja karyawan.

http://ferdy.blogstudent.mb.ipb.ac.id/2010/07/31/biaya-manfaat-pada-aplikasi-model-penerimaan-teknologi-outsourcing-ti/#comment-4

5. saya setuju dengan artikel diatas..dengan penerapan manajemen proyek maka efisiensi dari penggunaan biaya dapat diminimalisir, akan tetapi tetap memperhatikan kualitas dan produktivitas.

http://www.maestroglobal.info/manajemen-proyek-ti-pilihan-atau-keharusan/

6. Adalah pilihan bagi perusahaan dalam memilih apakah yang paling baik itu outsourcing, insourcing maupun selfsourcing karena semua itu disesuaikan denan kebutuhan tuhjuan dari perusahaan.

http://yuvenalia.blog.binusian.org/2010/01/03/sourcing/#comment-182

7. saya pikir outsourcing adalah pilihan yang terbaik bagi perusahaan karena banyak keuntungan yang didapatkan oleh perusahaan selain untuk meningkatkan daya saing perusahaan.

http://pimpimarda.blog.com/2010/01/10/it-outsourcing/comment-page-1/#comment-69

8. Pilihan bagi suatu industri mana yang lebih baik tergantung pada tujuan akhir perusahaan

http://bakoelkomputer.info/virtualstore/blog/?p=123&cpage=1#comment-4311

9. pilihan bagi perusahaan,tetapi menurut penulis outsourcing adalah pilihan terbaik.

http://itkelinik.com/?p=113&cpage=1#comment-99

10. Setuju dengan artikel tersebut..Konsep dasar dari pemanfaatan teknologi informasi sitentukan berdasarkan tujuan dari sebuah organisasi dengan memperhatikan kelemahan dan kelebihan sistem informasi tersebut.

http://www.tech-id.co.cc/2010/05/pendekatan-pengembangan-sistem.html

11. Outsourcing dalam pemanfaataqn TI diharapkan daoar memberikan perubahan dalam pengembangan sistem informasi organisasi secara menyeluruh.

http://duabelasblogs.blogspot.com/2010/06/e-commerce-perkembangan-teknologi.html.

12. outsourcing adalah pilihan bagi perusahaan.

http://www.biskom.web.id/2008/07/22/outsourcing-solusi-sistem-informasi-masa-depan.bwi/comment-page-1#comment-1615

13. outsourcing merupakan alternative kebijakan perusahaan dalam mengembangkan system informasi manajemen.

http://www.ekurniawan.net/artikel-it/pentingnya-outsourcing-bidang-teknologi-informasi-8.html

14. Artikel yang bagus hanya perlu dipisahkan antara outsorcing dalam hal sumberdaya manusia dengan outsourcing dalam hal sistrm informasi.

http://sariumariah.blogstudent.mb.ipb.ac.id/2010/07/31/penilaian-terhadap-outsourcing-dan-insourcing/#comment-3.

15. Artikel yang bagus untuk bahan bacaan sistem informasi manajemen, semoga dapat memberikan inforamsi terbaru berkaitan dengan outsourcing teknologi informasi.

http://dessysetyawati.blogstudent.mb.ipb.ac.id/2010/07/31/penerapan-outsourcing-pada-sistem-informasi-di-indonesia/#comment-2

16. Pembahsan mengenai pemanfaatan faktor penggunaan insourcinga dalam perusahaan semoga dapat dikembangkan.

http://angelia.blogstudent.mb.ipb.ac.id/2010/07/31/membandingkan-pengembangan-sistem-informasi-secara-outsourcing-dan-insourcing-2/#comment-4

17. ilustrasi yang disampaikan sangat menarik..

http://iqbalfajar.blogstudent.mb.ipb.ac.id/2010/07/31/comment-blog/#comment-2

18. Artikel yang baik..semoga dapat bermanfaaat dalam memberikan informasi pengelolaan sistem informasi berbasis outsourcing.

http://zulfadhli.blogstudent.mb.ipb.ac.id/2010/07/31/pengembangan-sistem-informasi-melalui-outsourcing/#comment-4

19. Artikel yang bagus..hanya minta dibedakan lebih lanjut berkaitan utsourcing sumber daya manusia dengan outsourcing sistem informasi manajemen.

http://cahyaberlian.blogstudent.mb.ipb.ac.id/2010/07/31/outsourcing-sebagai-solusi-untuk-mengembangkan-sistem-informasi/#comment-3

20. Artikel yang baik..singkat, padat dan jelas..

http://irusdinar.blogstudent.mb.ipb.ac.id/2010/07/31/pengembangan-sistem-informasi-secara-outsourcing-studi-kasus-pada-perbankan-di-indonesia/#comment-2

Posted in Uncategorized | Comments Off on kometar outsourcing vs insourcing

Outsourcing dalam Sistem informasi Manajemen

BAB. I

PENDAHULUAN

I. Latar Belakang

Pengelolaan dan pengembangan dalam teknologi informasi merupakan salah satu faktor kunci keberhasilan suatu organisasi dalam menempatkan organisasi/perusahaan tersebut menjadi paling terdepan dalam suatu industri. Dalam aplikasi pemanfaatan dan penggunaan teknologi informasi tersebut diperlukan resource yang saling terkait, sehingga proses penyerapan dan penggunaan oleh karyawan (faktor internal) dan informasi yang didapatkan oleh pengguna (faktor eksternal) dalam berjalan dengan baik.

Persaingan yang sedemikian keras didunia bisnis telah memaksa perusahaan untuk berkonsentrasi pada rangkaian proses atau aktivitas penciptaan produk dan jasa yang terkait dengan kompetensi utamanya (core competence). Dengan melakukan fokus tersebut maka akan didapatkan daya saing tinggi di pasar global.

Alasan utama dari strategi tersebut adalah keputusan pimpinan perusahaan atau manajemen untuk mengalihadayakan atau menyerahkan proses-proses yang bukan merupakan core competence perusahaan tersebut ke pihak lain. Maka langakah efektif yang dibutuhkan manajemen dalam mengelola sumber daya untuk menjadi pemeran penting dalam sebuah organisasi penggunaan outsourcing diharapkan dapat memberikan solusi untuk permasalahan tersebut.

Berkenaan dengan hal tersebut, aspek pengelolaan teknologi informasi dalam suatu organisasi merupakan salah satu faktor kunci meraih kesuksesan tersebut. Sehingga pengeloaan dan aplikasi pengunaan sistem informasi manajemen (Management Information System) sudah sepantasnya dilakukan oleh tenaga yang ahli dengan harapan informasi yang diberikan oleh suatu organisasi dapat dijadikan sumber informasi perusahaan tersebut. Adapun pembagian sistem tersebut terbagi dalam 2 (dua) support sistem, yaitu : 1. Operating Support Systems dan 2. Management Support Systems.

Rangakaian proses tersebut terdiri dari konsep sistem yang terdiri dari suatu input, proses pengolahan dan output, sebagai hasilnya pihak end user akan mendapatkan feed back terhadap sistem informasi yang digunakan. Pemanfaatan sistem informasi manajemen ini bertujuan pula sebagai kendali sistem. Menurut O’ Brien (2009) adapun fungsi kendali sistem informasi ini dapat dilakukan dengan beberapa cara, seperti :

  1. Pendeteksian feed back.

2.   Pengukuran kuantitas, arah atau intensitas feedback.

3.  Pembanding sistem dengan kinerja.

4. Tindak koreksi atau perubahan.

5. Memelihara kondisi sistem sebagaimana yang akan dikehendaki.

  1. 2. Tujuan
    1. Untuk melihat manfaat penggunaan outsourcing dan insourcing di suatu organisasi.
    2. Memberikan informasi terhadap penulis penggunaan outsourcing dan insourcing dalam penerapan teknologi informasi.

BAB. II

TINJAUAN PUSTAKA

  1. Pengertian Sistem Informasi Manajemen

Sistem Informasi Manajemen adalah sebuah sistem informasi yang selain melakukan semua pengolahan transaksi yang perlu untuk sebuah organisasi, juga memberi dukungan informasi dan pengolahan untuk fungsi manajemen dan pengambilan keputusannya. Definisi lain sebuah sistem informasi manajemen, istilah yang umum dikenal orang, adalah sebuah sistem manusia/mesin yang terpadu (integrated) untuk menyajikan informasi guna mendukung fungsi operasi, manajemen, dan pengambilan keputusan dalam sebuah organisasi. Sistem ini menggunakan perangkat keras (hardware) dan perangkat lunak (software) komputer, prosedur pedoman, model manajemen dan keputusan serta sebuah database. (Davis, 2002).

Menurut Davis (2002) model-model pembantu keputusan yang dipakai dalam sistem dapat berupa model cerdas (intellegence model) untuk menemukan persoalan; model keputusan (decision model) untuk mengenali dan menganalisis penyelesaian yang mungkin; dan berbagai model pilihan seperti model optimisasi (optimization model) yang memberikan suatu penyelesaian optimal atau model pemuas untuk memutuskan atas sebuah penyelesaian yang memuaskan.

Ada berbagai pendekatan yang dapat dipergunakan dalam proses pengembangan sistem informasi ini, diantaranya :

  1. System Development Life Cycle (SDLC)

Proses pengembangan suatu sistem informasi dimualia dari proses pembuatan         rencana kerja yang akan dilakukan, melakukan analisis terhadap rencana sistem yang    akan dibuat, mendesain sistem, dan mengimplementasikan sistem yang telah disusun       serta melakukan evaluasi terhadap jalannya sistem yang telah disusun (Bodnar, 2001            dalam http://insidewinme.blogspot.com/2008/03/telaah-jurnal-sistem-informasi.html).

  1. Prototyping

Sistem dapat dikembangkan lebih sempurna karena adanya hubungan kerjasama yang erat antara analis dengan pemakai sedangkan kelemahan tekkik ini adalah tidak begitu mudah untuk dilaksanakan pada sistem yang relatif besar.

  1. Rapid Application Development

Pendekatan ini memerlukan keikutsertaan user dalam proses desain sehingga mudah untuk melakukan implementasi. Kelemahannya, sistem mungkin terlalu sulit untuk dibuat dalam waktu yang singkat yang pada akhirnya akan mengakibatkan kualitas sistem yang dihasilkan menjadi rendah.

  1. Object Oriented Analysis and Development

Integrasi data dan pemrosesan selama dalam proses desain sistem akan menghasilkan sistem yang memiliki kualitas yang lebih baik serta mudah untuk dimodifikasi. Namun, metode ini sulit untuk mendidik analis dan programmer sistem dengan menggunakan pendekatan object oriented serta penggunaan modul yang sangat terbatas.

DEFINISI OUTSOURCING DAN INSOURCING

Outsourcing adalah merupakan konsep pmberian tugas terhadap vendor (pihak ketiga) untuk melakukan tugas atau pekerjaan yang berhubungan dengan kegiatan operasional perusahan dengan jangka waktu yang telah disepakati antara kedua belah pihak dan dengan jumlah pengeluaran biaya yang cukup tinggi. Adapun pengertian outsourcing teknologi informasi merupakan suatu bentuk kerjasama dengan pihak ketiga (vendor) dalam penyediaan pengadaan sarana dan prasarana (penggunaan hardware dan software).

Dengan melakukan outsourcing maka akan terjalin kemitraan antara pengguna dengan penjual sehingga apabila kerjasama ini berlangsung dengan baik, maka akan banyak keuntungan yang diperoleh terutama dalam peningkatan efisiensi (mengurangi cost), peningkatan mutu, dan peningkatan speed (delivery time).          Adapun istilah insourcing adalah merupakan metode pendekatan dalam pengembagnan sistem informasi dengan melibatkan sumber daya internal dari orgainisasi dengan memperhatikan aspek keahlian dan penugasan yang sesuai, sehingga informasi yang dijalankan dapat bermanfaat bagi perusahaan dan pihak ketiga/pengguna informasi. Sumber daya yang melaksanakan kegiatan tersebut merupakan tenaga ahli dibidang teknologi informasi yaitu departemen Management Information System (MIS).

Dari penjelasan gambar alasan perusahaan menggunakan outsourcing adalah menunjukkan beberapa faktor keuntungan yang didapatkan oleh suatu organisasi dalam menggunakan outsourcing. Faktor utama keuntungan yang didapatkan perusahaan adalah seluruh sumber daya manusia mengetahui tujuan dari perusahaan dan mengetahui rencana strategi perusahaan dalam jangka panjang. Hal yang dikhawatirkan dalam aplikasi penggunaan outsourcing adalah komitmen terhadap kualitas penggunaan outsourcing yang dilakukan oleh perusahaan. Dan faktor yang menentukan kekurangan penggunaan outsourcing adalah harga yang diajukan oleh pihak vendor terlampau mahal, sehingga biaya operational cost perusahaan tinggi.

BAB. III

PEMBAHASAN

    1. Outsourcing

Dalam mengembangkan sebuah sistem informasi berbagai perusahaan melakukan metode outsourcing dengan berbagai alasan. Adapun beberapa faktor yang menyebabkan perlunya outsourcing diantaranya :

  • o Kualitas sistem informasi yang akan dipergunakan.
  • o Masalah kinerja sistem informasi.
  • o Penyederhanaan, perampingan, dan rekayasa sistem informasi.
  • o Budaya perusahaan.
  • o Tekanan dari pelaksana sistem informasi.

1.End User Development

Faktor yang harus diperhatikan dalam pemilihan alternatif ini adalah kemampuan yang harus dimiliki pelaksana sistem informasi. Pelaksana harus mengembangkan sendiri aplikasi yang mereka butuhkan seperti menggunakan Microsoft Excell dan Microsoft Access. Manfaat yang dapat diperoleh dari alternatif ini adalah :

  • o Penghematan biaya
  • o Meningkatkan core competence perusahaan.
  • o Waktu pengembangan sistem informasi yang singkat
  • o Mudah untuk melakukan modifikasi
  • o Tanggung jawab pelaksana sistem informasi yang lebih besar
  • o Mengurangi beban kerja pelaksana sistem informasi.

Pemilihan alternatif pengembangan sistem informasi yang tepat merupakan suatu keharusan bagi suatu organisasi. Kesalahan di dalam pemilihan alternatif akan menyebabkan investasi yang telah dilakukan serta waktu yang terpakai akan menjadi sia-sia. Outsourcing, sebagai salah satu alternatif pengembangan sistem informasi sumber daya informasi dipilih sebagai alternatif yang paling sesuai untuk diterapkan perusahaan. Kekuatan alternatif ini adalah pihak perusahaan tidak usah terlalu dipusingkan dengan masalah sistem informasi mereka. Perusahaan hanya bertanggung jawab untuk menyediakan dana yang dibutuhkan.

Masalah mengenai hardware, sofware, dan maintenance sistem merupakan tanggung jawab pihak vendor. Pilihan dilakukannya outsourcing oleh suatu perusahaan pada intinya desebabkan semakin meningkatnya kegiatan bisnis suatu perusahaan pada satu sisi dan adanya keterbatasan SDM internal dari segi kuantitas maupun knowledge untuk mengatasi secara baik (efektif dan efisien) meningkatnya kegiatan bisnis tersebut.

Beberapa permasalahan yang sering timbul dengan dipilihnya outsourcing adalah perusahaan menghadapi keresahan terhjadap karyawan, khususnya adanya rasa takut kehilangan pekerjaan yang dihadapai oleh karyawan yang sering memicu terjadinya kemarahan yang pada akhirnya akan mengganggu moral bekerja mereka, sehingga pihak manajemen perlu mengkomunikasikannya secara baik dan berterus terang atas apa yang sedang dihadapi perusahaa dan kenapa diambil langkah-langkah outsourcing.

Kunci utama dalam kesuksesan outsourcing adalah pemilihan vendor yang tepat (choose the right vendor) karena outsourcing merupakan kerjasama jangka panjang sehingga penunjukkan vendor yang tepat sebagai mitra perusahaan menjadi sangat krusial baik dari pertimbangan aspek teknologi, bisnis, maupun tujuan finansial. Berdasarkan hal tersebut, perusahaan dituntut untuk dapat memahami dasar pertimbangan dalam pemilihan vendor. Faktor-faktor yang harus diperhatikan antar lain :

  • o Pengetahuan/kemampuan dalam industri yang dibidanginya (Industry Knowledge)
  • o Kemampuan teknis
  • o Kemampuan keuangan
  • o Kemampuan dalam menyampaikan infrastruktur jasa yang dikelolanya.

2. Insourcing

Berikut ini beberapa keuntungan dan kelemahan insourcing menurut Jogiyanto (2003).

Keuntungan dan Kelemahan insourcing

Keunggulan dalam menerapkan metode insourcing diantaranya :

  1. Umumnya sistem informasi yang dikembangkan sesuai dengan kebutuhan perusahaan karena karyawan yang ditugaskan mengerti kebutuhan sistem dalam perusahaan.
  2. Biaya pengembangannya relatif lebih rendah karena hanya melibatkan pihak perusahaan.
  3. Sistem informasi yang dibutuhkan dapat segera direalisasikan dan dapat segera melakukan perbaikan untuk menyempurnakan sistem tersebut.
  4. Sistem informasi yang dibangun sesuai dengan spesifikasi yang dibutuhkan dan dokumentasi yang disertakan lebih lengkap.
  5. Mudah untuk melakukan modifikasi dan pemeliharaan (maintenance) terhadap sistem informasi karena proses pengembangannya dilakukan oleh karyawan perusahaan tersebut.
  6. Adanya insentif tambahan bagi karyawan yang diberi tanggung jawab untuk mengembangkan sistem informasi perusahaan tersebut.
  7. Lebih mudah melakukan pengawasan (security access) dan keamanan data lebih terjamin karena hanya melibatkan pihak perusahaan.
  8. Sistem informasi yang dikembangkan dapat diintegrasikan lebih mudah dan lebih baik terhadap sistem yang sudah ada.

Sedangkan kelemahan dalam menerapkan metode insourcing diantaranya :

  1. Pengembangan sistem informasi membutuhkan waktu yang lama karena konsentrasi karyawan harus terbagi dengan pekerjaan rutin sehari-hari sehingga pelaksanaannya menjadi kurang efektif dan efisien.
  2. Perubahan dalam teknologi informasi terjadi secara cepat dan belum tentu perusahaan mampu melakukan adaptasi dengan cepat sehingga ada peluang teknologi yang digunakan kurang canggih (tidak up to date).
  3. Membutuhkan waktu untuk pelatihan bagi operator dan programmer sehingga ada konsekuensi biaya yang harus dikeluarkan.
  4. Adanya demotivasi dari karyawan ditugaskan untuk mengembangkan sistem informasi karena bukan merupakan core competency pekerjaan mereka.
  5. Kurangnya tenaga ahli (expert) di bidang sistem informasi dapat menyebabkan kesalahan persepsi dalam pengembangan distem dan kesalahan/resiko yang terjadi menjadi tanggung jawab perusahaan (ditanggung sendiri).

BAB. IV

KESIMPULAN

Faktor kunci keberhasilan perusahaan dalam meningkatkan profit margin perusahaan adalah penggunaan sistem informasi yang tepat dan berkelanjutan dengan dukungan sumber daya manusia yang terampil dan dukungan sarana yang diberikan oleh suatu organisasi. Pemilihan outsourcing dalam suatu organisasi adalah  merupakan salah satu langkah yang terbaik yang dilakukan oleh perusahaan. Hal ini karena beberapa keuntungan yang didapatkan oleh perusahaan, walaupun tidak sedikit kelemahan yang terjadi dalam aplikasi penggunaan outsourcing tersebut.

Penggunaan outsourcing menurut penulis adalah merupakan jawaban dari permasalahan sistem informasi yang terjadi di suatu organisasi, hal ini berkaitan dengan core competence yang akan dilakukan oleh perusahaan, selain itu kita dapat menekan pihak ketiga (vendor) untuk selalu melakukan perbaikan dan pengembangan terhadap sistem informasi tersebut sesuai dengan kebutuhan dan permintaan pasar. Akan tetapi insourcing pun perlu mendapat sorotan tajam dari pihak manajemen perusahaan. Hal ini terkait dengan produktivitas dari seluruh karyawan yang terlibat dalam pengembangan dan penggunaan sistem inforamsi tersebut, dengan tetap menjalankan konsep outsourcing diprioritaskan terlebih dahulu.

BAB. V

DAFTAR PUSTAKA

Jogiyanto (2003).

Gordon B. Davis. 1998. Kerangka dasar Sistem Informasi Manajemen: Pengantar Seri Manajemen No: 90. A, PT. Pustaka Binaman Pressindo, 1988.

O’Brien,James A.,George M.Marakas. 2009.Management Information System Ninth Edition. McGraw Hill International Edition.New York.

http://insidewinme.blogspot.com/2008/03/telaah-jurnal-sistem-informasi.html

http://journal.uii.ac.id/index.php/Snati/article/viewFile/1341/1124

http://www.biskom.web.id/2008/07/22/outsourcing-solusi-sistem-informasi-masa-depan.bwi

http://blog.i-tech.ac.id/deasy/2009/08/11/kasus-it-outsourcing-pengolahan-data/#comment-98

http://www.setiabudi.name/archives/1141/comment-page-2#comment-1865

http://swa.co.id/2006/08/metrodata-tetap-fokus-pada-it-outsourcing-dan-distributor/comment-page-1/#comment-1715

http://ferdy.blogstudent.mb.ipb.ac.id/2010/07/31/biaya-manfaat-pada-aplikasi-model-penerimaan-teknologi-outsourcing-ti/#comment-4

http://www.maestroglobal.info/manajemen-proyek-ti-pilihan-atau-keharusan/

http://yuvenalia.blog.binusian.org/2010/01/03/sourcing/#comment-182

http://pimpimarda.blog.com/2010/01/10/it-outsourcing/comment-page-1/#comment-69

http://bakoelkomputer.info/virtualstore/blog/?p=123&cpage=1#comment-4311

http://itkelinik.com/?p=113&cpage=1#comment-99

http://www.tech-id.co.cc/2010/05/pendekatan-pengembangan-sistem.html

http://duabelasblogs.blogspot.com/2010/06/e-commerce-perkembangan-teknologi.html.

http://www.biskom.web.id/2008/07/22/outsourcing-solusi-sistem-informasi-masa-depan.bwi/comment-page-1#comment-1615

http://www.ekurniawan.net/artikel-it/pentingnya-outsourcing-bidang-teknologi-informasi-8.html

http://sariumariah.blogstudent.mb.ipb.ac.id/2010/07/31/penilaian-terhadap-outsourcing-dan-insourcing/#comment-3.

http://dessysetyawati.blogstudent.mb.ipb.ac.id/2010/07/31/penerapan-outsourcing-pada-sistem-informasi-di-indonesia/#comment-2

http://angelia.blogstudent.mb.ipb.ac.id/2010/07/31/membandingkan-pengembangan-sistem-informasi-secara-outsourcing-dan-insourcing-2/#comment-4

http://iqbalfajar.blogstudent.mb.ipb.ac.id/2010/07/31/comment-blog/#comment-2

http://zulfadhli.blogstudent.mb.ipb.ac.id/2010/07/31/pengembangan-sistem-informasi-melalui-outsourcing/#comment-4

http://cahyaberlian.blogstudent.mb.ipb.ac.id/2010/07/31/outsourcing-sebagai-solusi-untuk-mengembangkan-sistem-informasi/#comment-3

http://irusdinar.blogstudent.mb.ipb.ac.id/2010/07/31/pengembangan-sistem-informasi-secara-outsourcing-studi-kasus-pada-perbankan-di-indonesia/#comment-2

Posted in Uncategorized | 3 Comments

Hello world!

Welcome to Blog Mahasiswa MB IPB. This is your first post. Edit or delete it, then start blogging! Url your blog Blog Mahasiswa MB IPB

Posted in Uncategorized | 2 Comments